Kau tanamkan luka, akankah kamu harus menuai luka itu suatu hari? Cara kamu memang halus, aku hampir tidak menyadari luka itu ada. Kini aku telah terbangun sadar, merasakan sakit yang membawa dilema antara benci dan cinta. Diantara dua pilihan: berjuang atau menyerah? Is it worth fighting for? Atau lebih baik aku menyerah saja? Haruskah aku melepaskan dia semudah itu? Yakinkah aku? I am nowhere close to decide.
Entah mengapa aku ini, kalau urusan kerjaan, aku pantang menyerah sampai titik darah penghabisan, apapun yang tidak mungkin, aku buat mungkin. Namun mengapa kalau urusan cinta, sepertinya perjuangan aku tidak setangguh itu?! Sedikit berjumpa masalah dan rintangan, aku langsung berpikir untuk menyerah. Am I ready for a relationship?
I am starting to question my own view on love and relationship. What does it really mean to have and sustain a relationship? What does it mean to really be committed to each other? How do you define a healthy relationship? Is there any such thing?
Everything may seem like a perfect concept in a nutshell, yet I'm torn apart inside, questioning what life brings in store this time. Meanwhile, I will turn 25 really soon and a good friend once said that when you reach 25, your life direction will be more clear, I am nowhere close to that. Although I do feel less worried about the future, yet I'm not ready to decide what's next?!
Labels: notes on life and love